JAKARTA, kompas.com — Menyusul ledakan yang terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (17/7), muncul dugaan peristiwa ini adalah aksi bom bunuh diri.
“Ada indikasi ini bom bunuh diri,” kata Ketua Komisi I DPR Theo Sambuaga kepada wartawan di lokasi kejadian. Menurutnya, beberapa korban tewas dikenali polisi sebagai anggota jaringan teroris di Indonesia. Namun, tidak dirinci lebih jauh jaringan teroris yang mana.
Lebih jauh, ia mengungkapkan, ditengarai pelaku menginap di lantai 18 Hotel JW Marriott. Ia mengkhawatirkan saat ini masih ada bom-bom lain di sekitar hotel. “Saat ini kendali penyelidikan dipegang sepenuhnya oleh pihak kepolisian. Polisi masih melakukan penyisiran,” tandas dia.
sumber
wah ternyata modus baru yah…tadi sempat dengar di TV, diduga pelaku menginap di lantai 18 teoatnya di kamar 1808. Wah sambil mau ngebom hotelnya, sekalian merakit di sana yah, biar ga ketahuan bawa bom. ckckckck makin bertambah saja teror-teror seperti ini…
Juli 18, 2009 at 4:42 am
Sebagai komponen bangsa saya sangat mengutuk kejadian pengeboman di Hotel JW Mariot untuk yang kedua kali dan hotel Ritz Carlton untuk yang pertama. Sebagai teroris apa yang mereka niatkan telah berhasil membuat bangsa ini (hancur, malu, tidak mendapatkepercayaan keamanan oleh dunia internasional, membuat bangsa ini terpuruk dan dianggap bangsa yang sarang teroris atau cap buruk). saya sangat tidak percaya mengapa bangsa yang terseok-seok inio mereka jadikan tujuan penghancuran secara lamban naumn pasti. Sebagai umat islam tidak dibenarkan membunuh orang dalam keadaan apapun. Laknatulloh Teoris (neraka balasanmu