Daniel Tumiwa, salah satu warga negara Indonesia yang ketika bom berada di hotel ritz carlton menceritakan detik-detik setelah ledakan bom

Berikut ini dikutip dari kompas.com

_______________________________________________________________________________________

Ledakan mematikan kembali mengguncang Jakarta, Jumat (17/7), pagi dan menewaskan setidaknya 9 orang dan puluhan lainnya luka-luka.

Tak ada yang mengira hotel dengan pengamanan ketat seperti JW Marriott dan Ritz Carlton di kawasan Mega Kuningan Jakarta, Jumat (17/7), pagi akan diteror bom. Dua hotel mewah di Jakarta itu merupakan salah satu tempat favorit pebisnis baik untuk melakukan pertemuan bahkan menjadi tempat tinggal sementara.

Begitu pula yang dialami Daniel Tumiwa, salah satu pendiri MTV Asia dan NuBuzz Network. Saat peristiwa itu terjadi, ia sedang melakukan pertemuan dengan rekan bisnisnya di Hotel Ritz Carlton. Detik-detik sesaat ledakan terjadi di Ritz Carlton diceritakannya dengan rinci.

Bahkan ia menjadi orang pertama yang melaporkan kejadian tersebut melalui situs jaringan sosial Twitter. Berikut kesaksian yang diceritakannya dalam email yang diterima kompas.com siang ini.

Daniel Tumiwa, Ritz Cartlon

Gearrrrr… Duarrrrr!!
Bunyi itu begitu keras memekakkan telinga. Segera saya bergegas turun dari lantai 26 Ritz Cartlon. Saya gunakan lift sambil membimbing tamu dari Star TV -Nini Yusof…

***
Pagi ini saya memang berada di Ritz Cartlon, karena harus meeting dengan tamu dari Star TV. Kami janjian di Cofffe shop -tempat bom meledak. Meetingnya sendiri akan dilakukan jam 7.30. Namun tiba-tiba saja -last minute, kami memindahkan tempat meeting itu ke lantai 26…

Baru dua menit saya duduk, dan saat saya melihat keluar, tiba-tiba: “Blarrrrrr…!!!” Saya lihat hotel JW Marrot meledak diguncang bom… Saya berfikir: Marriot kena bom!

Belum habis saya tercenung, tiba-tiba lantai tempat saya duduk bergetar sangat keras, juga suara ledakkan yang kembali memekakkan telinga! Aduh!! Rupanya Ritz Crlton tempat saya duduk, juga diledakkan bom..

Segera saya bimbing Nini Yusof turun melalui lift, dan ketika sampai di bawah, dan pintu lift terbuka, asap tebal menyeruak menyergap muka. Gelap sekali di situ. Tapi saat saya menoleh, saya bisa lihat cahaya dari pintu lobby. Saya coba berjalan ke arah sana. Saya tundukan kepala ke bawah, menghindari kaca, langsung bulu kuduk saya berdiri, saya lihat ceceran darah dan gumpalan daging….. Ya Allah!

Tiba-tiba suara petugas security menyadarkan saya. Suara nya tegas tapi sangat tenang: ” Calmly please.. follow me please..!”

Bersama Nini, saya ikuti dia.

Saya lewati coffe shop -tempat yang seharusnya saya pakai meeting tadi, semua berantakkan, kursi dan meja hancur, kembali darah dan potongan daging menyergap mata..

Saya lewati depan cafe, lalu saya lihat seorang Ibu bule sedang dievakusi. Ia dipapah, tapi, sesaat kemudian ia terjatuh. Badannya basah karena sprinkler air, juga berdarah-darah…
Saya percepat kaki saya keluar. Dan segera saya naik taxi pulang ke rumah.

Alhamdulillah, Allah masih memberi kesempatan kepada saya. Dan dalam duka cita yang sangat dalam, saya berdo’a semoga para korban yang tewas di tempatkan pada sisi yang baikNYA.

Bagi yang terluka, semoga lekas sembuh. Walau saya tahu, trauma mereka akan sangat dalam.

sumber