Tenggelam. Ya judulnya tenggelam. Tapi bukan aku yang tenggelam. Entahlah. Aku tak tahu sebenarnya. Tapi kuyakin pembaca akan mengetahui kenapa kutulis judul ini walau aku sendiri tak tahu
Tiba-tiba aku tidak bisa tidur cepat. Padahal dari pagi aku harus menghadiri acara yang sudah direncanakan sebelumnya. Yah, mungkin bisa dikatakan ini adalah fase galau atau ketidak jelasan seorang remaja. Mungkin pembaca akan merasa menyesal telah membaca tulisan ini. Tapi sungguh benar, ini hanyalah sekedar curhat yang tidak jelas apa isinya. Karena isinya tenggelam. Ya. Tenggelam dalam otak. Otakku telah menenggelamkannya. Mungkin kalau tenggelam di sungai atau paling jelek di selokan deh, bisa ditelusuri keberadaanya siapa tahu mengapung menuju laut. Namun sekarang tenggelam di otak, dimanakah berlabuhnya. Kalau mengapung, siapa yang bisa melihat?
Ya hanya perasaan. Perasaan yang sampai saat ini belum bisa dijelaskan secara ilmiah. Mungkin bisa kali ya. Jodoh saja sekarang dibuktikan secara ilmiah melalui molekul keringat. Hadeh.
Jadi sebenarnya apa tulisan ini. Ya aku sendiri tak tahu. Semua karena tenggelam. Dengan menulis seperti ini saja aku menjadi lega. Bahkan menulis ini saja aku benar-benar ingin membenamkan kepalaku dalam selimut dan bantal
Pasti di layar komputer pembaca blogku akan bosan melihat paragraf demi paragraf tulisanku yang ini. Hahaha sampai di kalinat ini aku menyadari bahwa kalimat demi kalimat yang kutulis sebelumnya terkesan pesimis. Entahlah. Aku tak tahu harus bagaimana.
Sebenarnya aku ingin berteriak. Berteriak yang sekencang – kencangnya. Ya aku sepertimya dirundung rasa kegalauan yang berlebihan. Bukan galau karena maslahku, tapi masalah dirinya namun aku merasa aku juga turut mengalami masalah itu. Sebenarnya kalau dibilang maslah juga bukan masalah, karena dia tak menganggap ini masalah. Namun kenapa aku yang menjadikan ini masalah?
Atau bisa jadi yang tenggelam justru otakku. Sudahlah, sudah menuju pagi dan aku harus tepat waktu dan tetap membungkam otak agar ia tetap menjadikan hal yang kuanggap masalah tetap menjadi tak masalah baginya. Tuhan akan menyertai. Astungkara semoga semua berjalan lancar.
Filed under: curhat, Diary | 1 Komentar »














